Investasi di Mamuju Tidak Menunjukkan Tren Positif

2enam.com, Mamuju : Investasi di Mamuju pada triwulan pertama tidak menunjukkan tren positif. Hampir semua kegiatan investasi di Mamuju terhenti sejak pandemi covid-19.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Mamuju, Rakhmat Thahir mengatakan, ada beberapa investor terpaksa mengurungkan niatnya berinvestasi di Mamuju, setelah penyebaran virus korona terus mengalami peningkatan.

“Sebelum pandemi, ada beberapa (investor, red) masuk. Kalau tidak salah di bulan September hingga November. Saat pandemi semua terhenti,” kata Rakhmat, saat dikonfirmasi, Rabu 27 Mei.

Saat ini, Rakhmat mengaku, DPM-PTSP Mamuju fokus pada pelayanan perizinan di tengah covid-19. Proses perizinan bisa menggunakan sistem Online Single Submission (OSS) dan aplikakasi siCantik aplikasi yang diluncurkan Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) RI.

Pengurusan izin tak lagi harus datang ke kantor DPM-PTSP. Pengurusan bisa melalui website, kapan dan di mana saja. Prosesnya tak lama, asal syarat dokumen yang diwajibkan sudah lengkap.

“Pada prinsipnya, pihaknya tidak menemui masalah dalam memberikan layanan publik di sektor perizinan di tengah wabah. Hanya saja, masih ada berapa hal perlu di tingkatkan,” ujar Rakhmat.

Hal yang dimaksud adalah, sebagian warga masih kurang memahami proses permohonan perizinan sistem online. Sehingga, masih harus datang ke kantor. Kedua, sebagian Organidasi Perangkat Daerah (OPD) teknis selaku penerbit rekomendasi sebagai salah satu persyaratan pemenuhan komitmen terbitnya izin masih belum dapat menyelesaikan tepat waktu sesuai SOP.

“Namun, kalau ada warga datang ke kantor tetap kami berikan panduan dan menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya

(4d3).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *