HMI Cabang Manakarra, Dapat Perlakuan Tidak Menyenangkan

2enam.com, Mamuju,  Jajaran Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manakarra rupanya masih merasa kecewa dan tak bisa menerima sikap dan perlakuan dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulbar, Brigjen Pol Lukman Wahyu Hariyanto.
 
Siang kemarin, Sabtu (08/10) di warkop MI, Ketua dan Sekretaris HMI Cabang Manakarra menggelar konfrensi pers, terkait cara-cara yang kurang menyenangkan Kapolda kepada para kader ‘Hijau Hitam’ itu, saat mereka menggelar aksi dan menyampaikan laporan ke kantor Polda Sulbar, belum lama ini.
 
“Niat kami datang dengan baik untuk meyampaikan laporan dugaan perlakuan salah satu oknum Polisi yang bertugas di Polres Mamuju. Malah kami justru diperlakukan yang tidak menyenangkan,” kata Herlin.
 
Mantan Ketua BEM STIKES Fatimah ini pun bercerita. Awalnya, mereka disambut dengan baik oleh Kabid Humas dan Kabid Propam Polda Sulbar saat laporan secara resmi disampaikan ke Polda.
 
“Setelah proses pelaporan berjalan tak lama kemudian kapolda sulbar tiba di kantor dengan mata memerah dan lantunan suara dengan nada yang keras> Kami dikumpul diajak berbaris layaknya seperti tahanan. Kapoldajuga meminta secara paksa kartu identitas kami sebagai mahasiswa,” sebut Herlin.
 
“Salah satu di antara kami menyalakan HP, bermaksud mengabadikan momen itu. Tapi Kapolda marah dan HP kami diambil, lalu videonya dihapus,” tambahnya.
 
Dari kejadian dan tindakan yang kurang menyenangkan ini, jajaran HMI cabang Manakarra tidak menerima hal tersebut. Herlin pun meminta Kapolda menyampaikan permohonan maaf kepada HMI secara kelembagaan.
 
“Kami mendesak Kapolda Sulbar untuk meminta maaf. Kami datang ke kantor Polda untuk menyampaikan aspirasi kami tapi malah justru kami diperlakukan yang tidak pantas,” tegasnya (IS AR*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *