Gubernur Bank Indonesia Janjikan Stabilitas Ekonomi

2enam.com, Jakarta : Nilai tukar rupiah terhadap  dollar Amerika yang tertekan sejak awal Februari lalu, ada penutupan perdagangan kemarin menunjukkan adanya kenaikan seiring dengan pelantikan Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia yang baru menggantikan Agus Marto Wardoyo.
Bloomberg, mencatat mata uang rupiah naik 76 poin dengan berada pada Rp14.133 per USD,  kemudian Yahoo Finance melansir mata uang rupiah naik 70 poin berada pada Rp14.130 per USD dan Bank Indonesia (BI) merekam mata uang rupiah berada pada Rp14.205 per USD.
Dalam catatan redaksi, hampir setiap kali terjadi pergantian pejabat penting, selalu dikaitkan dengan respons positif atau negatif pangsa pasar perdagangan, yang berpengaruh terhadap indeks harga saham gabungan-IHSG. Demikian halnya dengan pelantikan Perry Warjiyo sebagai Gubenur Bank Indonesia untukperiode 2018 – 2023, yang dikaitkan dengan respons positif pergerakan niai tukar rupiah kemarin.
Pengamat ekonomi meyakini, menurunnya nilai tukar rupiah dari kisaran 13 ribu menjadi 14 ribu bahkan hampir mencapai 15 ribu ,murni karena tekanan eksternal seperti kenaikan suku bunga Fed Rate di AS. Sedangkan, kondisi di dalam negeri cenderung kondusif, seperti inflasi terjaga di level 3,5 persen, inflasi inti 3,2 persen, hingga pertumbuhan ekonomi kuartal I-2018 sebesar 5,06 persen.
Kondisi itu mencerminkan stabilitas yang cukup terjaga. Bahkan dibandingkan negara lain, Indonesia jauh lebih baik karena didukung defisit transaksi berjalan yang masih dalam batasan.
Meskipun demikian, beban tugas menurunkan lagi tekanan dollar terhadap rupiah serta janji janji tentang stabilitas ekonomi Gubernur Bank Indonesia yang baru tentunya menjadi harapan masyarakat agar inflasi terjaga dan harga harga tidak membubung tinggi. Perry Warjiyo harus mampu melakukan terobosan dan pendekatan dengan dunia usaha dan otoritas keuangan serta menerapkan kebijakan kebijakan campur tangan Bank Indonesia, termasuk penetapan suku bunga, serta langkah langkah lainnya yang mengarah pada perbaikan nilai tukar rupiah.
Tarik ulur kombinasi perdagangan dan politik Negara Negara ekonomi kuat seperti Amerika dan Cina, diakui atau tidak juga menjadi faktor penentu pergerakan nilai tukar mata uang asing, termasuk rupiah, yang harus disikapi dengan pergerakan devisa , eksport import, neraca perdagangan, pertumbuhan ekonomi dan kabijakan lainnya , seperti halnya janji  Perry Warjiyo yang akan membawa perbaikan ekonomi Indonesia.
Harapan stabilitas sekonomi Indonesia lima tahun kedepan menjadi tantangan bagi Perry Warjiyo, dengan respons positif perdagangan yang mengiringi jabatan barunya sebagai Gubernur bank Indonesia. (KBRN*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *