Gerindra Akan Kampanyekan Kotak Kosong di Mamasa

2enam.com, Mamasa – Lawan kota kosong nampaknya akan menjadi suatu hal yang sangat menarik di perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mamasa 2018.

Perlu diketahui bahwa Pilkada Mamasa 2018 kemungkinan hanya akan di ikuti satu Pasangan Calon (Paslon) saja, yakni pasangan Ramlan Badawi-Martinus Tiranda yang dinyatakan lolos dokumen persyaratan calon Bupati dan Wakil Bupati Mamasa oleh pihak KPU Kabupaten Mamasa.

Rancangan head to head pada Pilkada Mamasa sirna, setelah pada hari terakhir perpanjangan pendaftaran calon Bupati dan Wakil Bupati, KPU Mamasa mengembalikan dokumen peryaratan pasangan Obed Nego Depparinding-Benyamin YD yang dinyatakan tidak lengkap.

Dan opsi melawan kotak kosong dalam Pilkada Mamasa sempat di utarakan oleh Ketua KPU Kabupaten Mamasa Suriani T Dellumaja jika pasangan Ramlan-Marthinus lolos verifikasi fertual dan ditetapkan tanggal 12 Februari 2018 nanti.

Pada Pilkada Mamasa kali ini Partai Gerindra mengusung pasangan Obed Nego Depparinding-Beyamin YD untuk bertarung, namun calon usungan partainya tersebut dinyatakan tidak lolos verifikasi dokumen persyaratan calon, sebab tidak memenuhi keterwakilan kursi di DPRD Mamasa sebanyak 20% atau 6 (enam) kursi.

Pasangan Obed-Beyamin hanya didukung oleh Partai Gerindra 3 kursi, Hanura 2 kursi, serta PKPI 3 kursi, namun berkas PKPI dinyatakan ditolak oleh KPU Mamasa, sehingga hanya memiliki 5 kursi saja.

Memanggapi opsi melawan kotak kosong pada Pilkada Mamasa nantinya, Sekertaris DPW Partai Gerindra Sulbar Isra Daming Pramulya mengatakan, jika partainya siap mengampanyekan kotak kosong di Pilkada Mamasa.

“Gerindra akan kampanyekan kotak kosong,” katanya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp Massenger, Rabu (17/01/18).

Lebih lanjut ia menjelaskan, jika partainya mengkampanyekan kotak kosong bukan perkara kalah atau menang.

“Kampanyekannya kotak kosong tersebut, bukan merupakan persoalan menang dan kalah, melainkan sebagai bentuk deklarasi sikap politik rakyat Kabupaten Mamasa yang terhambat. Aspirasi politik untuk merubah Mamasa menjadi lebih baik bersarma Obed dan Benyamin” tutupnya. (74b*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *