Kementrian Pemuda Dan Olahraga Gelar Gala Desa Di Mamuju

2enam.com, Mamuju, Sebagai salah satu program “ayo olah raga” dari Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gala Desa adalah sebuah upaya pemerintah untuk mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olah raga. Ini disampaikan oleh Asisten III bidang Administrasi Umum, Tonga saat menjadi pembina upacara pembukaan gala desa di Stadion Manakarra, Sabtu (21/10).

Dikatakan, turnamen gala desa merupakan sebuah kabar gembira karena Kabupaten Mamuju berkesempatan untuk melaksanakannya. Yang mana di Sulawesi Barat hanya 3 Kabupaten yang menggelar turnamen tersebut, selain Mamuju, juga ada Kab. Mamuju Utara, dan Kab. Majene.

“Gala Desa ini tentu adalah kabar gembira bagi kita semua yang ada di daerah dan yang ada di desa. saya yakin masih terlalu banyak potensi atlet hebat yang tersembunyi di desa-desa yang selama ini luput dari perhatian kita semua.” Kata tonga.

Ia melanjutkan, program ini juga sekaligus sebuah bentuk nyata penjabaran sembilan agenda prioritas pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-JK dalam Nawacita, dimana pembangunan harus dimulai dari pinggiran, pembangunan yang dimaksudkan tentu tidak hanya infrastruktur namun juga menyisir semua sendi kehidupan termasuk olah raga yang merupakan cikal bakal pembentukan karakter bangsa yang kuat dan pembangunan sumberdaya manusia yang sehat.

Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Pendidikan pada Deputi Pemberdayaan Olahraga, Arifin Madjid turut hadir pada pembukaan Gala Desa. Disini, Ia menyerahkan bendera gala desa kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju, sekaligus melakukan tendangan kick off sebagai pertanda dimulainya turnamen gala desa cabang olahraga sepak bola. Arifin menyampiakan, cabang olahraga yang dipertandingkan ialah yang sering dilakukan di lingkungan desa.

“ini untuk memasyarakatkan olahraga, karena tingkat kebugaran masyarakat Indonesia baru 14 persen sementara untuk tingkat kesehatan itu mestinya 30 persen. Kemudian tidak menutup kemungkinan juga disini lahir atlit-atlit berbakat dari desa.” Papar Arifin.

Terkait usia atlit gala desa, ia mengakatakan tidak ada batas umur, sebab gala desa hanya untuk memasyarakatkan olahraga.

Adapun jenis cabang olahraga yang dipertandingkan ialah, sebak bola, sepak takraw, bola volly, tenis meja, bukutangkis dan atletik. (Hms- DHL*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *