Fraksi Demokrat : Sekarang Bukan Waktu Yang Tepat Bahas Anggaran

2enam.com, Mamuju, Pada umumnya semua fraksi di DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) menyetujui untuk melanjutkan proses ketahap selanjutnya saat Rapat Paripurna pandangan fraksi mengenai RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2017, namun dengan beberapa catatan yang diberikan kepada pihak eksekutif.

Namun catatan keras diberikan oleh fraksi Demokrat DPRD Sulbar yang hanya setuju untuk melanjutkan pembahasan RAPD jika hanya berfokus pada pembahasan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hal tersebut dikatakan oleh juru bicara fraksi partai Demokrat DPRD Sulbar Ir. Yahuda Saleppang, MM saat menyampaikan pendangan fraksi mengenai RAPBD, di ruang rapat paripurna DPRD Sulbar, Rabu (25/10/17).

“Sekali lagi kami menegaskan kami dari fraksi Demokrat hanya hadir ditempat ini untuk membahas dan memberi persetujuan terhadap pengalokasian gaji ASN yang oleh eksekutif sangat tidak cermat dala mengalokasikan anggaran gaji ASN pada APBD pokok yang lalu,” katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, jika pembahasan telah keluar dari persoalan gaji ASN, maka fraksi Demokrat tidak akan mengikuti.

“Sementara untuk program kebijakan yang lain fraksi Demokrat tidak akan ikut pembahasan,” tegasnya.

Katena menurut pandangan fraksi Demokrat saat ini bukalah waktu yang tepat untuk membahas anggaran.

“Karena kami menilai sangat tidak layak membahas anggaran di tengah rasa curiga dan pertentangan diantara pejabat provinsi, karena pimpinan DPR telah menjadi korban atas pertentangan atas dinamika yang sangat merugikan kehidupan kita bersama, sabagai institusi pemerintah di daeeah ini, anggota DPR hingga saat ini tidak jelas atas status hukum yang mana hukum itu tidak jelas terhadap kami,” jelasnya.

Hal ini dikarenakan fraksi Demokrat tidak mengimenginginkan akan menimpa lembaga DPR dikemudian hari.

“Karena kami tidak menginginkan pristiwa hukum yang terjadi yang saat ini sedang bergulir dan akan terus terjadi menimpa lembaga DPR ini,” tutupnya.(74b*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *