Festival Budaya Islami , Seimbangkan Pembangunan Fisik dan Mental Spiritual

2enam.com, Mamuju, Pemerintah Kabupaten Mamuju yang dipimpin oleh H. Habsi Wahid selaku Bupati Mamuju dan H. Irwan SP. Pababari sebagai wakilnya telah berkomitmen membawa konsep pembangunan yang memiliki keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental spiritual. Ini menjadi dasar Pemkab Mamuju menggelar Festival Budaya Islami yang dirangkaikan dengan khatam Al-Quran santri binaan Pemerintah Kabupaten Mamuju.

Hal tersebut diutarakan oleh Habsi Wahid pada gelaran festival yang berlangsung di Anjungan Pantai Manakarra, Selasa (25/7) sore. Menurutnya, dengan penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan pembinaan sosial kemasyarakatan yang seimbang antara fisik dan mental spiritual, akan menciptakan tatanan kehidupan yang berkah dan bernilai bagi masyarakat.

Gelaran festival keagamaan ini turut dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin. Dihadapan menteri, Habsi menguraikan berbagai kebijakan program dan kegiatan yang telah ia jalankan untuk mewujudkan salah satu visi Pemerintah Kabupaten Mamuju yakni ‘Mewujudkan Mamuju Sebagai Darah Terbuka, Berbudaya Aman dan Beriman’, salah satunya khatam Al-Quran sebagai rangkaian Festival Budaya Islami.

“Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan Kabupaten Mamuju sebagai daerah pengembangan wisata dan budaya yang salah satunya adalah peningkatan pengelolaan potensi budaya dan wisata religi.” Jelas Bupati

Khatam Al-Quran sebagai rangakain Festival Budaya Islami, telah mengkhatamkan santri binaan Pemerintah Kabupaten Mamuju sebanyak 7.768 santri. Kegiatan ini juga menyajikan pertunjukan Sayyang Pattuqdu atau Kuda Menari. Menteri Agama Lukman Hakim menilai, ini merupakan sebuah tradisi yang diwariskan oleh leluhur para pendahulu yang patut dijaga.

“Khataman alquran yang telah di selesaikan oleh anak-anak kita lalu kemudian mereka menunggang kuda sayyang pattuqdu, itu tradisi yang luar biasa menurut saya, jadi ada kebanggaan pada diri anak-anak itu ketika dia mampu mengkhatamkan Al-Quran, suatu prestasi yang tentu patut disyukuri sekaligus diberikan kehormatan kepada mereka yang telah khatam.” Sebutnya.

Lukman menyampaikan, terdapat beberapa tahap yang perlu diketahui terkait al-quran. Yaitu mendengarkan lantunan alquran, kemudian membaca al-quran itu sendiri, setalah itu menghafal, lalu memahami, selanjutnya mengamalkan. tingkatan tertingginya, menurut Lukman ialah mengajarkan amalan tersebut kepada orang lain. (Hms- DHl*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *