Dokter Benar-Benar Mengundurkan Diri, Banyak Solusi Positif

2enam.com, Mamuju – Polemik mundurnya 17 dokter spesialis di RSUD Regional Sulbar akan coba diselesaikan Direktorat Jendral Bina Pelayan Kesehatan (Ditjen Bina Yankes) Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Rombongan Ditjen Bina Yankes Kemenkes RI mengunjungi RSUD Regional Sulbar guna membahas berbagai permasalahan yang terjadi di rumah sakit tersebut.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Direktur Jendral Pelayanan Kesehatan (Dirjen Yankes) Kemenkes RI dr. Bambang Wibowo, Sp. OG(K), MARS melakukan pertemuan tertutup dengan pihak manajemen serta dokter spesialis yang masih bekerja di RSUD Regional Sulbar.

Setelah pertemuan tertutup tersebut Dirjen Yankes mengatakan jika sebuah rumah sakit dapat berjalan jika memenuhi beberapa unsur agar dapat melakukan pelayanan.

“Sebuah rumah sakit bisa jalan jika ada dokter, sarana dan prasarana, alat kemudian obat. Kita lagi mencoba apa yang bisa kita lakukan agar RS ini biasa berfungsi kembali dengan baik, dan masyarakat bisa mendapatkan manfaat,” katanya.

Terkait mundurnya 17 dokter spesialis iaenegaskan, jika ada aturan yang wajib dipatuhi oleh para dokter tersebut.

“Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) mereka harus patuh pada aturan, sudah ada peraturan pemerintah yang mengatur kedisiplinan pagawai, dan kita akan temui mereka untuk mencari solusi dan membicarakan hal tersebut” tegasnya.

Sementara itu Direktur RSUD Regional Sulbar dr. Andi Munasir mengatakan, sudah ada solusi jika para dokter tersebut memang benar-benar akan mengundurkan diri.

“Banyak solusi dan saya kira semuanya positif, tapi kita tunggu dulu pembicaraan dengan 17 dokter ini, tapi sudah ada langkah-langkah strategis yang mereka sampaikan bagaimana mengatasi jika 17 dokter ini benar-benar mengundurkan diri,” katanya.

Saat dikonfirmasi mengenai apakan para dokter tersebut akan kembali bekerja, ia mengatakan jika hal tersebut belum tentu, dan jika memang harus kembali maka tidak akan jadi masalah.

“Belum tentu mereka kembali, kalau mereka tidak mau kan tidak bisa, tapi kalau mau kembali bekerja juga tidak apa-apa,” tutupnya. (74b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *