Cabe Asal Majene Siap Penuhi Pasaran Lokal

2enam.com, Mamuju, Selama ini pasokan cabe dalam memenuhi permintaan pasar di Sulbar sebagian masih didatangkan dari luar seperti Kabupaten  Enrekang Sulawesi Selatan.

Namun adakalanya distribusi pasaran cabe lintas daerah kadang fluktuatif, biasanya dipengaruhi faktor cuaca atau saat hujan melanda daerah pemasok, maka harganya pun kerap anjlok. Demikian halnya saat produksi melimpah pasarannya juga kadang turun menyebabkan sebagian pedagang mengaku merugi.

Mengatasi situasi itu jangan sampai berlarut hingga merugikan masyarakat, maka Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Barat telah menyiapkan lahan seluas 50 Hektar untuk dijadikan lahan percontohan pengembangan Cabe di Kabupatem Majene.

“Lahan seluas 50 Hektar untuk pengembangan cabe di Majene diharapkan memenuhi pasaran cabe lokal sekitar 50 hingga 60 persen,” Ungkap Kepala Distanak Sulbar Ir.Hamzah kepada 2enam.com

Dari keterangan yang dihimpun sebenarnya tanaman cabe telah dikembangkan sebagian petani di Sumakuyu Desa Onang Kecamatan Tubo Kabupaten Majene. Seiring pangsa pasar kian menjanjikan ada juga warga di Kecamatan Malunda dan Ulumanda juga ramai menanam cabe.

Saat ini potensi luasan kebun cabe di Majene dapat mencapai ratusan hektar tentu membuka peluang bisnis menjanjikan untuk pemasaran cabe ke daerah tetangga seperti Sulawesi Selatan dan Kalimantan.

“Peluang itu cukup terbuka lebar mengingat Sulbar berbatasan langsung dengan Sulawesi Selatan, Sulawei Tengah bahkan Kalimantan Timur. Ini adalah modal bagus terhadap perdagangan cabe antar daerah,” Kata salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

“Agar pengembangan tanaman cabe semakin cerah maka pemerintah melalui Dinas Pertanian dan Peternakan Sulawesi Barat diharapkan intens  melakukan pendampingan kepada para kelompok tani dengan harapan tingkat kesejahteraan mereka dapat meningkat. Demikian halnya mata rantai pemasaran cabe agar terus dipantau untuk menghindari para tengkulak memainkan harga secara tidak terkendali, dengan demikian warga tani dapat menikmati hasil jerih payahnya menanam cabe dengan harga memuaskan,” Tutur Adil seorang warga penikmat pedasnya cabe. (R@n*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *