BPOM Mamuju Gelar Pameran Kosmetik dan Obat Tidak Layak Edar

2enam.com, Mamuju, Dalam rangka memberikan informasi terhadap barang-barang kometik palsu maupun yang dilarang edar, Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju menempuh berbagai cara, salah satunya dengan mengadakan Pameran Kosmetik dan Obat-obat berbahaya tersebut dilaksanakan di anjungan Pantai Manakarra, Minggu 17/12/ 2017

kepala BPOM di Mamuju, Netty Sulistiawati mengungkapkan bahwa langkah tersebut untuk memperkenalkan kemasyarakat tentang jenis dan merk obat yang dilarang edar dan akan memberikan efek buruk bagi Masyarakat.

“Kegiatan kami Selama ini indoor tapi kali ini kami lakukan konsep berbeda yaitu outdoor untuk dapat langsung bersentuhan dengan masyarakat agar dapat langsung memperlihatkan kemasyarakat bentuk-bentuk obat yang berbahaya tersebut,” Ujar Kepala BPOM di Mamuju Netty Sulistiawati.

Adapun Obat-obatan yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut adalah obat-obatan yang telah di public warning oleh BPOM sehingga sangat riskan apabila masyarakat mengomsumsinya dikarenakan tidak mengetahui obat tersebut.

“Obat-obatan ini sudah ada yang beredar di Mamuju, salah satu contoh menurut pengakuan salah satu pengunjung pameran tadi, bahwa salah satu merek kosmetik berbentuk maskara yang kami pamerkan ini ternyata dipakai olehnya, makanya dengan adanya kegiatan ini masyarakat lebih waspada lagi dan selektif dalam memilih obat-obatan serta kosmetik yang dipakainya,” kata Netty.

Selaku Ketua BPOM Mamuju yang menaungi provinsi Sulawesi Barat, mengungkapkan banyak obat dan kosmetik berbahaya dan tak miliki izin edar yang telah banyak beredar di masyarakat olehnya langkah-langkah persuasif digiatkan pihaknya untuk menangkal hal tersebut.

“Saya juga telah menyampaikan kepada Ibu-ibu PKK agar tidak sembarangan memesan obat maupun kosmetik secara online, sebab kebanyakan online shop yang ada, menawarkan obat-obat yang tidak memiliki izin edar sehingga keamanan produknya tidak terjamin,” jelasnya.

Sementara itu salah satu pengunjung stand pameran edukasi BPOM, Nursia (36) mengungkapkan sangat terbantu dengan adanya pameran tersebut, hal ini dikarenakan ia makin paham dan mendapat pengetahuan akan merek-merek obat dan kosmetik yang tidak layak edar maupun perbedaan kosmetik palsu dan asli.

“sangat terbantu yah, utamanya kosmetik-kosmetik yang ternyata sering dipalsukan. Jadi ditau mana yang asli dan yang tidak selain itu juga obat-obatan yang tidak memiliki izin edar kami bisa tahu apa-apa saja, bukan hanya nama tapi model kemasannya,” tutup Netty.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *