BI Gelar FESyar KTI 2019

2enam.com, Mamuju, – Ekonomi dan keuangan syariah bukan suatu konsep yang secara eksklusif ditujukan untuk umat Islam saja, namun merupakan sebuah konsep yang inklusif bahkan secara aktif dapat melibatkan seluruh lapisan masyarakat dalam pergerakan roda perekonomian. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulbar, Budi Sudaryono, Selasa (10/9/2019).

“Ekonomi syariah menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, kemaslahatan, kebersamaan dan keseimbangan sebagaimana nilai-nilai kebijakan lainnya yang kita yakini dalam rangka pengelolaan sumberdaya titipan Tuhan,”ujarnya.

Ia juga mengatakan, nilai-nilai tersebut kemudian diturunkan dalam prinsip dasar ekonomi dan keuangan syariah yang memberikan pandangan bagi aktivitas ekonomi terhadap lima hal.

“Lima hal tersebut yakini, mencegah penumpukan harta dengan mendorong pendistribusian harga secara produktif dalam aktivitas perekonomian yang sesuai dengan prinsip syariah, mengoptimalkan usaha dengan berbagai imbal hasil dan berbagai risiko secara adil, mendukung transaksi keuangan yang memiliki underlying sektor riil dan tanpa unsur yang meragukan, mendorong partisipasi sosial untuk kepentingan publik serta menjunjung transaksi muamalah yang transparan dan sepadan,”ungkap Budi Sudaryono.

Lanjut ia mengatakan, seluruh prinsip dasar ini menunjukkan bahwa ekonomi dan keuangan syariah dapat mengakomodir seluruh kegiatan ekonomi yang dilakukan masyarakat, tanpa memandang Suku, Agama dan Ras (SARA).

“Selain itu, untuk mewujudkan ketahanan ekonomi dari grass-root level, kami juga melakukan pengembangan ekonomi syariah melalui pendekatan pengembangan kemandirian ekonomi pesantren. Adapun pengembangan tersebut kini serentak dilakukan oleh seluruh kantor perwakilan Bank Indonesia,”tuturnya.

Selain itu, Ia juga mengungkapkan, penyelenggaraan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2019 di Banjarmasin ini adalah puncak rangkaian kegiatan dari wilayah KTI, kegiatan tersebut meliputi, pekan ekonomi syariah pada romadhon kemarin di Maluku, FESyar Road to KTI di Makassar 17 sampai 19 Agustus kemarin, FESyar Road to KTI di Palangkaraya pada Minggu ke tiga Agustus kemarin.

“Penyelenggaraan FESyar KTI 2019 ini dijabarkan dalam enam kegiatan utama yakni, Seminar dan FGD, kuliah umum dan talk show, bedah buku, pentas dan lomba seni, forum bisnis serta pameran/expo dan tabligh Akbar,”tutup Budi Sudaryono.

(3k4*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!