Anggota DPRD Bovendigoel Belajar Kakao, Sawit Mamuju

Kunjungan kerja yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua ke Kabupaten Mamuju, disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju, diwakili oleh Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Mamuju, Muh. Daud Yahya.

Selain mengapresiasi kunker yang dilakukan oleh DPRD Kabupaten Boven Digoel, Sekkab juga menjelaskan kepada rombongan, mengenai kondisi dan luas wilayah mamuju secara singkat.

“Dalam melihat usia mamuju saat ini, untuk sulawesi barat baru berusia 12 tahun, sebelum mamuju memisahkan diri dari sulawesi selatan, mamuju merupakan daerah yang berada di ujung, yang merupakan kabupaten yang berbatasan langsung dengan sulawesi tengah, tetapi alhamdulillah dengan terbentuknya Sulawesi Barat ini, dimana mamuju telah berubah secara signifikan, dan sudah ada kemajuan”. Tuturnya.

Sementara itu Daud juga menambahkan, Luas kabupaten mamuju itu kurang lebih 5000 persegi dengan 11 kecamatan,2 diantaranya berada di daerah pegunungan, 1 kecamatan di daerah kepulauan dan 8 kecamatan berada di pesisir pantai, serta jumlah kelurahan ada 13 kelurahan, dan 88 desa,

“mudah-mudahan sebelum berakhirnya masa jabatan Gubernur Sulawesi Barat, Kota Madia sudah terbentuk”. Jelasnya.

Rombongan Kunker DPRD Kabupaten Boven Digoel ke Mamuju Kali ini yang berkisar 13 orang beserta staf bertujuan, untuk membangun kerjasama dengan Pemkab Mamuju dalam bidang perkebunan.

“Tujuan dari kunjungan kerja kami ke Pemkab Mamuju adalah untuk mempelajari sistem perkebunan yang ada di kabupaten Mamuju, kita ingin melihat Pemerintah Kabupaten Mamuju bagamana mengkondisikan perkebunan sawit dan kakao, sehingga kami sangat berharap bantuan bapak-bapak sekalian dalam memberikan masukan bagaimana pengelolaan perkebunan kelapa sawit, karena kelapa sawit yang berada di daerah kami murni milik swasta”. Ungkap Julius Hukubun selaku Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Boven Digoel.

Ditambahkan bahwa, dari hasil penelitian tanah kami juga cocok untuk perkebunan tanaman sawit dan kakao,” tapi lagi-lagi kendala yang kami hadapi yakni pola pikir masyarakat yang belum mengerti dan memahami proses dari tanaman tersebut”. Pungkasnya.

Luas wilayah kabupaten Boven Digoel seluas kurang lebih 172 km persegi, dan jumlah penduduk sekitar 85000 jiwa, serta terdiri dari 20 Distrik, dan 112 kampung, dan kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten maroke pada tahun 2003.

“jarak tempuh wilayah kami sangat sulit sehingga dalam melakukan kunjungan ke distrik-distrik, infrastrukturnya hampir tidak siap, sehingga dalam melakukan perjalanan harus dengan berjalan kaki, bisa juga dengan menggunakan spit boot, atau pesawat terbang yang kecil, sehingga pemerintah sekarang berusaha dalam membuka akses menuju distrik tersebut”. Tutupnya (Hms Sy*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *