Aksi Penolakan KPPMB Dinilai Kurang Tepat

2enam.com, Mamuju : Anggota DPRD Mamuju menilai aksi penolakan bupati Mamuju oleh Kerukunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Bonehau (KPPMB), kurang tepat.

Menurut Anggota Komisi II DPRD Mamuju, Ado Mas’ud, kehadiran unsur Pemkab Mamuju, menjadi momentum tepat untuk berkomunikasi. Seluruh keluhan dan program yang dinilai membangun bisa daerah, bisa didiskusikan di forum Sahabat Rakyat itu.

“Kalau saya kurang tepat kalau kunjungan pemerintah ditolak. Sebaliknya, kunjungan itu bisa dimanfaatkan teman-teman untuk berdialog langsung dengan bupati, terkait pembangunan yang dinilai belum maksimal,” ujar Ado Mas’ud, Sabtu 20 Oktober.

Tak hanya bonehau, Kecamatan Kalumpang yang bisa ikut serta dalam kegiatan itu, bisa mengungkapkan pelbagai keluhan mendasar yang dialami warga.

“Karena memang dua kecamatan ini butuh perhatian khusus Pemkab Mamuju. Sehingga saya menilai kunjungan itu perlu. Kita lihat dari sisi positifnya,” sebutnya.

Kapolres Mamuju, AKBP Moch Rivai Arvan mengatakan, melakukan aksi penolakan boleh saja. Namun jika aksi penolakan itu terdapat aksi anarkis, maka dipastikan tindakan itu sudah melanggar hukum.

“Kalau anarkis itu kan melanggar hukum. Bisa ditangkap,” tutup AKBP Arvan. (54h*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *