ABM : Ramadan Membawa Perubahan Empat Dimensi Dalam Kehidupan

2enam.com, Wonomulyo  : Hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah diperingati umat Islam Rabu, 5 Juni 2019. Untuk tahun ini, Gubernur Sulbar bersama jajaran OPD Pemprov Sulbar melaksanakan salat Idul Fitri bersama masayarakat Kecamatan Wonomulyo di Alun-Alun Lapangan Mesjid Raya Merdeka Wonomulyo.

Gubernur Ali Baal Masdar pada kesempatan tersebut menyampaikan, gema takbir , tahmid dibarengi dengan istigfar yang dikumandangkan oleh umat Islam di pelosok tanah air pada hari ini (Rabu, 5 Juni) dengan satu harapan bahwa kita semua benar-benar dalam keadaan fitri, seiring dengan terbitnya fajar 1 Syawal 1440 H.

Dikatakan, selama dalam melaksanakan ibadah puasa, salat tarwih dan membayar zakat, dan ibadah sunah lainnya, selama itu pula akan terasa perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Dimensi kehidupan yang berubah setidaknya ada empat yaitu dimensi pertama adalah iman, yaitu hubungan vertikal antara hamba dengan penciptanya, melalui aktifitas ibadah. Dimensi kedua adalah phisikogis. Dimensi ini dapat dirasakan oleh setiap individu, bahwa kehadiran bulan suci ramadan telah merubah aktivitas rutinitas sehari-hari.Ibadah puasa telah merubah jadwal kebiasaan sekaligus menguji kesabaran. Perubahan drastis semacam itu memberikan tekanan psikologis yang luar biasa, dan hanya kesabaran yang dapat mengatasinya. Dimensi ketiga adalah dimensi kesehatan.Dimensi ini sangat mungkin diamati oleh para dokter, seberapa besar manfaat berpuasa bagi kesehatan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW “Berpuasalah semoga engkau diberi kesehatan”. Dimensi keempat adalah dimensi sosial. Dimensi ini dapat dirasakan oleh siapa saja, bahkan dapat diamati dan diukur oleh orang lain, seberapa besar pengaruh puasa terhadap kesalehan sosial kita, kepada fakir miskin, anak yatim piatu, dan kaum dhuafa yang ada di sekitar kita, apakah lebih peduli kepada mereka atau semakin menjauhi mereka.

“Keempat dimensi yang menjadi ajaran dalam berpuasa itu sangat relevan, dengan program prioritas pembangunan yang saat ini sedang kita pacu baik berupa program berkelanjutan, maupun program baru yang menjadi kebutuhan masyarakat Sulawesi Barat,” kata Ali Baal Masdar.

Lanjut ABM, dalam berbagai kesempatan selama melakukan safari ramadan, Ia selalu menyampaikan bahwa pembangunan yang dilaksanakan pada tahun 2019 bertumpu pada lima prioritas utama, yakni, perbaikan infrastruktur dan konektifitas, perbaikan kualitas sumber daya manusia dan kebudayaan, penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, peningkatan ekonomi dalam upaya penanggulangan kemiskinan, dan pengelolaan lingkungan hidup.

” Selain kelima program prioritas tersebut, saya juga telah mencanangkan program unggulan yaitu program Mandiri, Cerdas dan Sejahtera (Marasa),”sebutnya.

Program Marasa , memaduserasikan dan mewujudkan manusia yang sehat lahir dan batin, memiliki kecerdasan emosional, intelektual, dan kecerdasan spiritual.

” Demikian juga dengan kemandirian, saya berharap masyarakat memiliki kemandirian yang dapat mengangkat harkat dan martabatnya sebagaimana manusia lainnya,” harap orang nomor satu di Sulbar. (wawan*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!