3 Apotik di Mamuju Diberhentikan Sementara Beroprasi

2enam.com, Mamuju, Peredaran pil PCC di Provinsi Sulbar terus dipantau oleh pihak Polda dan BNN. Bahkan di apotik-apotik, BPOM juga turun melakukan pengawasan langsung didampingi Polda dan BNN.

“Dari pengawasan yang telah dilakukan, ada tiga pemberhentian sementara pada apotik-apotik di Provinsi Sulbar tepatnya di kota Mamuju. Terkait penyalahgunaan obat dan tidak adanya izin apoteker pada apotik tersebut. Marilah kita bersama memberantas penyalahgunaan obat dan makanan demi kemajuan bangsa Indonesia” tandas Netty Muliawati , Kepala BPOM Mamuju pada acara Dukungan Komitmen Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal Dan Penyalahgunaan Obat digelar Balai POM di Mamuju yang berlangsung di ruang pertemuan Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Rabu, 4 Oktober 2017.

Netty juga menyampaikan apresiasi kepada Polda dan BNN dalam pendampingan dan dukungan teknis terhadap BPOM dalam memberantas penyahgunaan obat-obat terlarang. Untuk itu, BPOM terus bersinergi dengan pihak terkait dan diback up Polda dan BNN.

“Penyalahgunaan obat dan makanan adalah kejahatan kemanusiaan karena berdampak pada masyarakat. Dan penyalahgunaan obat adalah pintu masuk narkoba” tandas Netty.

Masih kata Netty, untuk pengawasan akan dilakukan secara komprehensif, mulai dari induk ke hilir, begitu juga terkait sarana produksi dan distribusi akan fokus pada peningkatan sumber daya manusia dan infrastruktur. BPOM tidak bisa melakukannya sendiri, untuk itu, diharapkan adanya Undang-undang pengawasan obat dan makanan yang bisa menjadi payung regulasi dan pengawasan, dan itu tentu saja membutuhkan kerjasama lintas pemangku kepentingan.

Ditempat yang sama, Kepala Seksi Pemeriksa Pemberkasan Penyidikan dan Sertifikasi (Pemdikserlik) BPOM Mamuju, Burham Sidobejo menyampaikan, balai POM Mamuju sejak Januari 2017, BPOM Mamuju telah melakukan beberapa kegiatan, diantaranya kunjungan kerja komisi IX DPR RI, sosialisasi pengawalan PJAS, Optimalisasi fungsi laboratorium, Operasi terpadu, penandatanganan MoU bersama Kejati Sulselbar, Penyuluhan Keamanan Pangan serta Peningkatan Kompetensi Petugas.

“Wilayah kami meliputi Provinsi Sulbar, jadi kami melakukan aksi sosialisasi komunikasi informasi dan edukasi pada masyarakat umum yang ada di Sulbar” tutup Burham.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Kesehatan Provinsi Sulbar, Dr. Ahmad Azis, Kepala IAI Sulbar, Aminuddin, Dir ResNarkoba Polda Sulbar, Kombes Pol Anwar, Perwakilan Kepala BNNP Sulbar dan Perwakilan Wahdah Islamiyyah, Drs Ahmad Yunus dan OPD lainnya. (humas/fadilah*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *